Kalau kasih nama anak, jangan sembarangan sebab nantinya bisa membuat masalah bagi sang anak. Nama-nama anak laki seperti disebut di bawah ini sebaiknya dihindari : Dicky, Diman, Dipo, Didi, Dimas, Dicker, atau Dino, dll. Sedangkan kalau punya anak perempuan, jangan diberi nama ataupun panggilan seperti :
Ditta, Dian, atau Ditty, dll. Mengapa? Dari pengalaman di sebuah perusahaan kontraktor bangunan, orang-orang dengan nama seperti di atas mengalami nasib apes. Selain jabatannya seadanya, namanya pun ditambah-tambahi oleh divisi personalia sehingga menjadi tampak sesuai dengan jabatannya. Namun, nama baru dengan tambahan itu sungguh memalukan. Simaklah…. !!
DAFTAR KARYAWAN PT DISSEL LIPIN
1. Sopir: Bpk. Dicky Bullin
2. Montir Lapangan: Bpk. Diman Fa’atin
3. Sekretaris: Ny. Dina Ikin
4. Kasir Kantor Pusat: Bpk. Dipo Rottin (waktu masih bayi orangtuanya memberi nama: Dipo Pokkin)
5. Cleaning Service I: Sdr. Dicker Jain
6. Cleaning Service II: Sdr. Dibo Ongin
7. Security: Sertu (Purn) Dipo Tongin
8. Waker Malam: Kopda (Purn) Didi Amin
9. Kasir Lapangan: Sdr. Dimas Sukin
10. Kurir Luar Kota: Sdr. Dicky Rimin
11. Penjaga Gudang: Bpk. Dicky Rain
12. Kepala Seksi Catering: Ny. Ditta Ngisin
13. Siswi Magang Bagian Catering: Nn. Ditty Durin
14. Asisten Catering: Nn. Ditta Nyain
15. Asisten Purchasing Lapangan: Nn.Ditta Bokin
16. Asisten Urusan Supply: Sdr. Dino Dain
17. Clerk Personalia Lapangan: Ny. Dian Cemin
18. Siswi Magang Bagian Admin: Nn. Dian Tarrin
19. Siswi Magang Bagian Akunting: Nn. Dian Nuin
Ttd.
Drs. Desiana Prayogo
Kabag Personalia
Kamis, 31 Maret 2011
Rabu, 30 Maret 2011
akibat facebook
Menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Facebook diyakini telah memberi pengaruh besar pada banyak aspek kehidupan, baik yang sifatnya positif maupun negatif.Penggunaan jejaring sosial di kalangan remaja dan anak-anak pun dinilai sangat membantu. Tetapi di balik manfaatnya, para dokter anak di Amerika Serikat memperingatkan akan kemungkinan dampak buruknya.
Sekelompok dokter yang tergabung dalam American Academy of Pediatrics memperingatkan para orang tua akan munculnya risiko depresi akibat penggunaan situs jejaring sosial ini. Mereka menyebut gejala "Facebook Depression" dapat mengancam para remaja akibat terobsesi dengan situs online tersebut.
Sebelumnya, para pakar menyatakan ketidaksetujuannya kalau Facebook berkaitan langsung dengan depresi pada beberapa anak. Mereka menilai, untuk menyimpulkan hubungan antara situs pertemanan dengan gejala depresi pada anak tidaklah mudah. Demikian pula untuk membedakan kondisi psikis yang berhubungan dengan penggunaan situs ini.
Tetapi Gwenn O'Keeffe, dokter anak di Boston yang menulis panduan penggunaan jejaring sosial untuk American Academy of Paediatrics menyatakan, terdapat aspek unik dari Facebook yang dapat menimbulkan kesulitan bagi anak-anak dengan rasa percaya diri rendah.
Sebagai media untuk ajang bereksperesi di mana seseorang dapat berbagi isi hati, meng-update status, atau memasang foto-foto pribadi saat bersenang-senang, laman Facebook menurut O'Keeffe justru dapat membuat sebagian anak merasa lebih buruk. Mereka yang percaya dirinya rendah ini berpikir kalau mereka tidak bernasib sama.
"Ini bisa lebih menyakitkan ketimbang duduk sendiri di keramaian saat makan siang di sekolah atau peristiwa hidup nyata lainnya yang bisa membuat anak-anak terpukul," terang O'Keeffe.
Ia menilai, Facebook memberikan pandangan yang sempit dari apa yang terjadi sesungguhnya, sebab di online tidak ada cara untuk melihat ekspresi wajah atau membaca bahasa tubuh untuk memberikan konteks.
Dengan panduan yang diberikan American Academy of Paediatrics, kata O'Keefe para dokter diharapkan menyampaikan pesan kepada para orang tua agar mereka mau mengawasi anak-anaknya. Orang tua dapat menyampaikan kepada anak-anaknya tentang cara menggunakan internet yang baik dan mewaspadai depresi atau risiko penggunaan online lainnya seperti cyberbullying dan sexting.
Sekelompok dokter yang tergabung dalam American Academy of Pediatrics memperingatkan para orang tua akan munculnya risiko depresi akibat penggunaan situs jejaring sosial ini. Mereka menyebut gejala "Facebook Depression" dapat mengancam para remaja akibat terobsesi dengan situs online tersebut.
Sebelumnya, para pakar menyatakan ketidaksetujuannya kalau Facebook berkaitan langsung dengan depresi pada beberapa anak. Mereka menilai, untuk menyimpulkan hubungan antara situs pertemanan dengan gejala depresi pada anak tidaklah mudah. Demikian pula untuk membedakan kondisi psikis yang berhubungan dengan penggunaan situs ini.
Tetapi Gwenn O'Keeffe, dokter anak di Boston yang menulis panduan penggunaan jejaring sosial untuk American Academy of Paediatrics menyatakan, terdapat aspek unik dari Facebook yang dapat menimbulkan kesulitan bagi anak-anak dengan rasa percaya diri rendah.
Sebagai media untuk ajang bereksperesi di mana seseorang dapat berbagi isi hati, meng-update status, atau memasang foto-foto pribadi saat bersenang-senang, laman Facebook menurut O'Keeffe justru dapat membuat sebagian anak merasa lebih buruk. Mereka yang percaya dirinya rendah ini berpikir kalau mereka tidak bernasib sama.
"Ini bisa lebih menyakitkan ketimbang duduk sendiri di keramaian saat makan siang di sekolah atau peristiwa hidup nyata lainnya yang bisa membuat anak-anak terpukul," terang O'Keeffe.
Ia menilai, Facebook memberikan pandangan yang sempit dari apa yang terjadi sesungguhnya, sebab di online tidak ada cara untuk melihat ekspresi wajah atau membaca bahasa tubuh untuk memberikan konteks.
Dengan panduan yang diberikan American Academy of Paediatrics, kata O'Keefe para dokter diharapkan menyampaikan pesan kepada para orang tua agar mereka mau mengawasi anak-anaknya. Orang tua dapat menyampaikan kepada anak-anaknya tentang cara menggunakan internet yang baik dan mewaspadai depresi atau risiko penggunaan online lainnya seperti cyberbullying dan sexting.
suplemen buat tubuh kita
Jika kita memasuki apotek atau toko obat, ada begitu banyak suplemen multivitamin yang dipajang di rak. Tetapi, pernahkah kita tergerak untuk membelinya, kecuali bila dipaksa oleh sang pramuniaga? Sebagian besar dari Anda mungkin akan berpikir, jika Anda sudah mendapatkan vitamin dan mineral dari sumber bahan makanan alami, untuk apa mengonsumsi suplemen tersebut?Masalahnya, seberapa sering sih, kita makan dengan sehat? Apakah buah-buahan dan sayuran itu kita konsumsi setiap hari sudah sesuai takaran yang dianjurkan?
Menurut Dr Alan Logan, dokter naturopati dan pengajar di Harvard’s School of Continuing Medical Education, dalam kondisi dimana kebutuhan vitamin dan mineral Anda tak tercukupi, ada empat jenis suplemen yang bisa Anda konsumsi. Ingat, suplemen bukanlah pengganti makanan sehat yang harus kita konsumsi, melainkan makanan tambahan.
1. Multivitamin atau mineral. Mengonsumsi suplemen ini secara rutin tiap hari akan memastikan Anda mendapatkan semua vitamin dan mineral yang Anda butuhkan. Karena semua vitamin dan mineral itu saling melengkapi untuk memberikan manfaat kesehatan yang terbaik. Jika Anda mengonsumsi vitamin A, vitamin C, vitamin E, atau berbagai vitamin antioksidan lain sendiri-sendiri, hal ini justru akan merugikan. Anda akan mendapatkan pengaruh pro-oksidatif. Konsumsi satu multivitamin yang tidak melebihi takaran dosis harian.
2. Vitamin D. Paparan sinar matahari pagi akan memberikan cukup vitamin D selama beberapa minggu. Namun penggunaan sunscreen dapat menghalangi kemampuan kita menyerap vitamin D. Dr Logan juga mengatakan bahwa mengonsumsi vitamin D secara terpisah (di luar multivitamin) tidak akan merugikan. Sayangnya, sebagian orang di beberapa tempat yang kurang mendapatkan sinar matahari tidak akan mendapatkan kemewahan ini. Karena itu, mereka perlu mengonsumsi suplemen dengan vitamin D untuk memenuhi kebutuhannya. Dosis yang disarankan adalah 1.000 IU (International Unit) sehari.
3. Minyak ikan. Asam lemak ini biasanya ditemukan dalam ikan atau tumbuh-tumbuhan. Ikan dianggap sebagai sumber omega-3 yang lebih baik daripada tumbuhan, karena omega-3 yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan (disebut asam alpha linolenic) perlu dikonversikan oleh liver menjadi DHA untuk mendapatkan manfaatnya. Sedangkan kebanyakan Omega-3 yang ditemukan pada ikan sudah dikonversikan oleh ikan itu sendiri. Maka, jika Anda tidak mengonsumsi ikan berlemak minimal tiga kali seminggu, Anda perlu mengonsumsi suplemen minyak ikan.
Sementara itu jika Anda seorang vegetarian, Anda bisa mendapatkan asam lemak Omega-3 dari tumbuhan, seperti flaxseed, walnut, dan kacang-kacangan lainnya. Pastikan juga Anda mendapatkan cukup vitamin B6 dan vitamin B3, asam folat, seng, dan selenium, untuk memaksimalkan angka konversinya. Dosis harian yang disarankan adalah 1 gram minyak ikan dengan EPA/DHA.
4. Probiotik. Jika Anda tidak mengonsumsi makanan yang difermentasikan, seperti yogurt, secara teratur, Anda mungkin tidak akan memperoleh cukup banyak bakteri baik ke dalam sistem untuk mencerna dengan semestinya. Sebagai gantinya Anda bisa mengambil suplemen probiotik. Perlu Anda ketahui, banyak juga yogurt yang memiliki kualitas rendah. Karena itu, pintar-pintarlah memilih yogurt yang lebih murni dan alami. Jenis probiotik yang bisa menjadi pilihan antara lain kefir, atau yogurt Yunani.
Menurut Dr Alan Logan, dokter naturopati dan pengajar di Harvard’s School of Continuing Medical Education, dalam kondisi dimana kebutuhan vitamin dan mineral Anda tak tercukupi, ada empat jenis suplemen yang bisa Anda konsumsi. Ingat, suplemen bukanlah pengganti makanan sehat yang harus kita konsumsi, melainkan makanan tambahan.
1. Multivitamin atau mineral. Mengonsumsi suplemen ini secara rutin tiap hari akan memastikan Anda mendapatkan semua vitamin dan mineral yang Anda butuhkan. Karena semua vitamin dan mineral itu saling melengkapi untuk memberikan manfaat kesehatan yang terbaik. Jika Anda mengonsumsi vitamin A, vitamin C, vitamin E, atau berbagai vitamin antioksidan lain sendiri-sendiri, hal ini justru akan merugikan. Anda akan mendapatkan pengaruh pro-oksidatif. Konsumsi satu multivitamin yang tidak melebihi takaran dosis harian.
2. Vitamin D. Paparan sinar matahari pagi akan memberikan cukup vitamin D selama beberapa minggu. Namun penggunaan sunscreen dapat menghalangi kemampuan kita menyerap vitamin D. Dr Logan juga mengatakan bahwa mengonsumsi vitamin D secara terpisah (di luar multivitamin) tidak akan merugikan. Sayangnya, sebagian orang di beberapa tempat yang kurang mendapatkan sinar matahari tidak akan mendapatkan kemewahan ini. Karena itu, mereka perlu mengonsumsi suplemen dengan vitamin D untuk memenuhi kebutuhannya. Dosis yang disarankan adalah 1.000 IU (International Unit) sehari.
3. Minyak ikan. Asam lemak ini biasanya ditemukan dalam ikan atau tumbuh-tumbuhan. Ikan dianggap sebagai sumber omega-3 yang lebih baik daripada tumbuhan, karena omega-3 yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan (disebut asam alpha linolenic) perlu dikonversikan oleh liver menjadi DHA untuk mendapatkan manfaatnya. Sedangkan kebanyakan Omega-3 yang ditemukan pada ikan sudah dikonversikan oleh ikan itu sendiri. Maka, jika Anda tidak mengonsumsi ikan berlemak minimal tiga kali seminggu, Anda perlu mengonsumsi suplemen minyak ikan.
Sementara itu jika Anda seorang vegetarian, Anda bisa mendapatkan asam lemak Omega-3 dari tumbuhan, seperti flaxseed, walnut, dan kacang-kacangan lainnya. Pastikan juga Anda mendapatkan cukup vitamin B6 dan vitamin B3, asam folat, seng, dan selenium, untuk memaksimalkan angka konversinya. Dosis harian yang disarankan adalah 1 gram minyak ikan dengan EPA/DHA.
4. Probiotik. Jika Anda tidak mengonsumsi makanan yang difermentasikan, seperti yogurt, secara teratur, Anda mungkin tidak akan memperoleh cukup banyak bakteri baik ke dalam sistem untuk mencerna dengan semestinya. Sebagai gantinya Anda bisa mengambil suplemen probiotik. Perlu Anda ketahui, banyak juga yogurt yang memiliki kualitas rendah. Karena itu, pintar-pintarlah memilih yogurt yang lebih murni dan alami. Jenis probiotik yang bisa menjadi pilihan antara lain kefir, atau yogurt Yunani.
PHOBIA Minum obat tablet ??? disini solusinya
Suatu penelitian membuktikan, fobia dapat dikurangi dengan cara minum tablet yang mengandung hormon stres kortisol. Hormon kortisol, yang jadi bagian reaksi tubuh terhadap bahaya, berfungsi "membuka" otak sehingga dapat diprogram untuk menghilangkan kegelisahan.Dalam percobaan terhadap 40 pasien penderita akrofobia (ketakutan terhadap tempat tinggi dan sudut), terapi tingkah laku dan pemberian kortisol secara drastis mengurangi keengganan mereka.
Sebagian pasien diberi tablet kortisol, sementara lainnya tanpa sadar diberi obat palsu yang tidak berefek apa-apa. Seluruh obat diberikan satu jam sebelum pasien dihadapkan pada simulasi elevator luar ruangan.
Rasa takut mereka diukur selama 3 hingga 5 hari dan sebulan setelah mereka berhadapan dengan simulasi. Rasa takut dinilai dari kuisioner dan sensor yang memindai keringat.
Hasilnya, orang yang diberi pil palsu didapati lebih gelisah ketimbang orang yang diberi kortisol. Hasil pemindaian keringat juga menunjukkan kalau orang yang diberi kortisol memiliki rasa takut lebih sedikit. Efek pengobatan didapati berjangka panjang, masih efektif sebulan kemudian.
"Percobaan ini bisa hasilkan perkembangan terapi yang efektif dalam kelainan tingkah laku," kata peneliti yang menerbitkan hasil studinya dalam Preceedings of the National Academy of Sciences. Dr. Dominique De Quervain, ahli saraf dari Basel University, Swiss, mengatakan bahwa kortisol dapat mempercepat terapi.
Kortisol adalah hormon yang dibuat kelenjar adrenal. Beberapa kelainan, seperti artritis, kelainan kulit, dan asma dapat ditangani dengan kortisol sintesis
Sebagian pasien diberi tablet kortisol, sementara lainnya tanpa sadar diberi obat palsu yang tidak berefek apa-apa. Seluruh obat diberikan satu jam sebelum pasien dihadapkan pada simulasi elevator luar ruangan.
Rasa takut mereka diukur selama 3 hingga 5 hari dan sebulan setelah mereka berhadapan dengan simulasi. Rasa takut dinilai dari kuisioner dan sensor yang memindai keringat.
Hasilnya, orang yang diberi pil palsu didapati lebih gelisah ketimbang orang yang diberi kortisol. Hasil pemindaian keringat juga menunjukkan kalau orang yang diberi kortisol memiliki rasa takut lebih sedikit. Efek pengobatan didapati berjangka panjang, masih efektif sebulan kemudian.
"Percobaan ini bisa hasilkan perkembangan terapi yang efektif dalam kelainan tingkah laku," kata peneliti yang menerbitkan hasil studinya dalam Preceedings of the National Academy of Sciences. Dr. Dominique De Quervain, ahli saraf dari Basel University, Swiss, mengatakan bahwa kortisol dapat mempercepat terapi.
Kortisol adalah hormon yang dibuat kelenjar adrenal. Beberapa kelainan, seperti artritis, kelainan kulit, dan asma dapat ditangani dengan kortisol sintesis
Senin, 14 Maret 2011
cinta sayang banget ma beib
jangan pernah tinggalin cinta beib
jangan pernah tinggalin cinta beib
Langganan:
Komentar (Atom)